Pelatihan SID

 

KAJEN – Hari Kamis tanggal 11 September 2018 diadakan Pelatihan SID bagi salah satu aparatur desa, pengelola SID serta Pendamping Desa bagi 172 desa di Kabupaten Pekalongan yang diselenggarakan Dinas oleh PMD, P3A dan PPKB Kabupaten Pekalongan. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di Aula lantai 2 Gedung Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi di Kajen.

Acara pelatihan berlangsung selama 2 hari dari hari Rabu (2/10) sampaiĀ  Kamis (11/10), hari pertama diisi oleh Relawak TIK Jawa Tengah yang dimulaiĀ  penyampaian tentang Sistem Informasi Desa (SID) dengan materi mengenal datadesa.id yang nantinya akan di integrasikan dengan Pemerintah Kabupaten. Pada hari kedua pelatihan, di isi oleh Relawak TIK Jawa Tengah, dengan materi tentang pembuatan website desa. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas perangkat desa tentang Sistem Informasi Desa (SID), khususnya datadesa.id dan website desa.

Sistem Informasi Desa (SID) dikembangkan sebagai sistem pendukung yang mudah dan murah yang dapat digunakan desa secara berkelanjutan. Harapannya desa dapat lebih mudah memetakan dan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki. Dengan demikian, selain perencanaan pembangunan dapat lebih tepat sasaran sesuai kepentingan dan kebutuhan masyarakat, desa juga mampu bekerja sama dengan pihak lain secara interdependen dan mutualistik.

SID memang dibangun pada sistem terkomputerisasi dan berbasis internet. Untuk optimalisasi pemanfaatannya, perangkat tersebut dirancang dalam sebuah kerangka konvergensi media dengan menggunakan ragam media lain. Strategi konvergensi media ini diterapkan untuk memudahkan warga mengakses data dan informasi yang diperlukan sesuai dengan media yang dikuasainya. Ragam media yang dibangun dan membentuk Sistem Informasi Desa ini bisa meliputi laman desa, radio siaran komunitas, buletin/koran desa, papan informasi, dan sebagainya.

Aplikasi SID adalah aplikasi terbuka (free and open source software) yang dapat diperoleh, digunakan, dimodifikasi, dan disebarluaskan secara bebas untuk tujuan nonkomersial. Dengan demikian, sistem dan basis data yang terbangun akan selalu terbarui dan sesuai dengan situasi dan kondisi setempat.

Diharapkan setelah dilaksanakan pelatihan ini dapat diterapkan di desa sehingga selain meningkatnya kapasitas perangkat desa juga warga masyarakat dapat dengan mudah dapat mendapatkan informasi tentang desa.

Tulisan ini dipublikasikan di Beita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *